Sakit Jiwa , tentu adalah suatu penyakit yg ditakutin orang ; kecuali orang yg emang sakit jiwa ngeliat orang sakit jiwa , itu wajar . tapi kalo orang sakit jiwa lempar setrika ke sesama sakit jiwa , itu kejadian langka .
itu adalah salah satu masalah hidup . apalagi yg namanya ; temen , nyokap , bokap , mati , setrikaan (he ?) . . .
dan apalagi yg namanya operasi .
gue paling benci yg namanya operasi .
awalnya , gue ga takut operasi . ga takut darah . malah , kadang kalo ada bangkai tikus suka gue belek terus gue perhatiin organ dalemnya(mkkb ; true story).
tapi sekarang , gue cepet takut sama operasi dan pisau .
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
cerita na'as ini bermula sekitar Bulan November 2008 .
Di halaman rumah gue ada bangkai siput . mata gue mengkilat cling clong . tangan gue gatel , dan gue ambil gunting yg biasa gue pake motong segala macem benda , termasuk tangan gue(enak aja).
dengan penuh sukaria sukacita dukasuka yg biadab , gue hampiri siput itu dan dengan biadab seret pake tali (jadi rumahnya itu gue iket pake tali terus seret . geli gue megang siput . basah lembek gitu) gue taro di tempat motong sayur yg belom dicuci(jgn ngomong ke mba gue , biarpun tempat pemotongan naas itu udah hancur dibuang karena saat biadab ini)
pertama tama , rumahnya gue cabut . tanpa rumah , siput bisa dinyatakan ulat berlendir (abis masuk idung gorilla yg lagi flu kali ye , merinding gue) .
badannya gue balikkin pake ranting ,terus gue potong . gue belek .
kebiadaban terjadi karena hape lupa gue set silent .
paru paru nya berdetak gitu . dak dik duk .
gue perhatiin . darah dimana mana . serem tapi keren .
mendadak , hape gue bunyi .
lagunya khusus gue set buat telepon dari cc ri , 'christmas song - alvin and the chipmunks'
suara mereka yg cempreng tapi bagus dan aneh tapi merdu dan mengagetkan itu membuat gue MENJATUHKAN pisau yg cukup berat .
setelah gue angkat , bilang gue sibuk , dan tutup , gue konsentrasi kembali ke operasi (yang sudah gagal)
and there you have it . one dead bloody snail with a knife stabbed straight to the heart .
adik gue disitu , histeris , dan berteriak .
gue singkirkan barang bukti .
si siput gue kubur dan gue minta maaf di depan kuburannya .
tempat pemotongannya gue buang , dan pisaunya gue cuci pake busa yg buat cuci piring .
biarpun sebenernya adik gue bukan histeris dan berteriak karena siput , tapi karena ada kecoak di kamar mandi .
sejak itu gue takut kalo operasi , SIPUT ITU ADALAH GUE .
the sip putt is back for revenge .

0 komentar:
Posting Komentar